Maandag 20 Mei 2013

Dilema angkatan 2013....


             Galau adalah salah satu kata yang paling tepat untuk manggambarkan perasaan 900.000 siswa-siswi di seluruh indonesia. Setelah mereka menghadapi ujian nasional beserta carut marutnya. Siswa-siswi dihadapkan oleh 4 pilihan yang membuat konsentrasi mereka pecah.
             Hal pertama yang mengganggu pikiran mereka adalah apakah mereka akan lulus UN atau tidak. UN adalah salah persyaratan seorang siswa di tingkat sekolah dasar dan menengah untuk kelulusan mereka. Jika mereka tidak lulus berarti mereka harus mengulang satu tahun lagi atau mengambil ujian kesetaraan paket C. Dalam pelaksanaan juga sangat carut marut, misalnya ada soal yang belum tiba di lokasi ujian, soalnya tertukar dengan sekolah lain, dan banyak contekan yang beredar. Setelah mereka melewati ujian nasional dan menunggu hasil pengumuman, yang mereka rasakan adalah kegelisahan tentang hasil ujian mereka.
            Jika mereka lulus dari SMA mungkin keinginan mereka adalah ke jenjang perguruan tinggi. Pada tahun ini pemerintah sangat berbaik hati membaut peraturan penerimaan mahasiswa baru secara nasional untuk lulusan SMA dan sederjat  dengan 2. Penerimaan itu adalah SNMPTN undangan dan SBMPTN tulis. Ada pebedaan mekanisme diantara keduanya. SNMPTN undangan menggunakan nilai rapot dan ujian nasinonal sebagai syarat penerimaannya, sedangkan SBMPTN tulis menggunakan nilai ujian tertulis khususnya sebagai persyaratannya. Siswa dengan catatan nilai yang kurang bagus pasti akan pesimis dengan keikutsertaanya dalam SNMPTN undangan. Maka dari itu mereka mengincar perguruan tinggi lewat jalur SBMPTN. Karena ada program jalur SBMptn. Mereka melakukan pembelajaran intensif setiap harinya dan berkutat dengan soal-soal SBMPTN dari tahun-tahun sebelumnya dan soal prediksi yang mungkin akan keluar. Jika mereka di berikan target untuk lolos SBMPTN pasti pikiran mereka akan terbebani.
           Hal ketiga yang mengusik pikiran mereka adalah hasrat mereka untuk refreshing. Mereka mungkin sudah jenuh dengan kehidupan sekolah khususnya pada saat duduk di kelsa 3 SMA yang selalu di teror dengan UN. Banyak keinginan mereka ingin liburan ke tempat-tempat yang menyenangkan mulai dari  tempat rekreasi keluarga  hingga ke tempat rekreasi alam. Hingga yang mempunyai kemampuan finansial mereka akan pergi ke luar negeri. Tapi yang mempunyai pendapatan sedikit maupun yang tidak mempunyai kesempatan hanya bisa gigit jari dan memikirkan semua itu.
              Mereka yang menginginkan pengalaman baru dan menginginkan sesuatu yang menantang pasti memikirkan bagaimana cara mencari uang yang halal. Apalagi disaat liburan ini dan selagi menunggu pengumuman kelulusan. Zaman sekarang di kota jakarta banyak yang menawarkan pekerjaan walaupun hanya lulusan SMA. Yang menjadi masalah adalah pekerjaan itu adalah pekerjaan kasar. Tapi gaji yang diterima tidak seberapa hanya sebatas UMR (upah minimun provinsi). Keputusan yang satu ini harus harus dipikirkan baik-baik karenamenatal dan skill kita harus siap menghadapi berbagai resiko yang akan dihadapi.
             Itulah hal-hal yang membbuat binngung kurang lebih 900.000 siswa yang akan lulus SMA di indonesia. Pasti salah satu dari hal tersebut pernah atau sedang dialami oleh kalian. hal ini akan membuat kalian lebih dewasa dengan bagimana kalian menghadapi persoalan ini. Jika kalian barhasil mangatasi masalah ini, pasti pengalaman ini akan berguna untuk menjalani hari-hari selanjutnya. Soo.. saran saya adalah walaupun kalian berada di keadaan yang tidak menguntungkan lakukanlah hal-hal positif. And follow your passion !!!!