Galau adalah salah satu kata yang paling tepat untuk
manggambarkan perasaan 900.000 siswa-siswi di seluruh indonesia. Setelah mereka
menghadapi ujian nasional beserta carut marutnya. Siswa-siswi dihadapkan oleh 4
pilihan yang membuat konsentrasi mereka pecah.
Hal
pertama yang mengganggu pikiran mereka adalah apakah mereka akan lulus UN atau
tidak. UN adalah salah persyaratan seorang siswa di tingkat sekolah dasar dan menengah
untuk kelulusan mereka. Jika mereka tidak lulus berarti mereka harus mengulang satu
tahun lagi atau mengambil ujian kesetaraan paket C. Dalam pelaksanaan juga
sangat carut marut, misalnya ada soal yang belum tiba di lokasi ujian, soalnya
tertukar dengan sekolah lain, dan banyak contekan yang beredar. Setelah mereka
melewati ujian nasional dan menunggu hasil pengumuman, yang mereka rasakan
adalah kegelisahan tentang hasil ujian mereka.
Jika
mereka lulus dari SMA mungkin keinginan mereka adalah ke jenjang perguruan
tinggi. Pada tahun ini pemerintah sangat berbaik hati membaut peraturan penerimaan
mahasiswa baru secara nasional untuk lulusan SMA dan sederjat dengan 2. Penerimaan itu adalah SNMPTN
undangan dan SBMPTN tulis. Ada pebedaan mekanisme diantara keduanya. SNMPTN
undangan menggunakan nilai rapot dan ujian nasinonal sebagai syarat
penerimaannya, sedangkan SBMPTN tulis menggunakan nilai ujian tertulis
khususnya sebagai persyaratannya. Siswa dengan catatan nilai yang kurang bagus
pasti akan pesimis dengan keikutsertaanya dalam SNMPTN undangan. Maka dari itu
mereka mengincar perguruan tinggi lewat jalur SBMPTN. Karena ada program jalur
SBMptn. Mereka melakukan pembelajaran intensif setiap harinya dan berkutat
dengan soal-soal SBMPTN dari tahun-tahun sebelumnya dan soal prediksi yang
mungkin akan keluar. Jika mereka di berikan target untuk lolos SBMPTN pasti
pikiran mereka akan terbebani.
Hal ketiga
yang mengusik pikiran mereka adalah hasrat mereka untuk refreshing. Mereka
mungkin sudah jenuh dengan kehidupan sekolah khususnya pada saat duduk di kelsa
3 SMA yang selalu di teror dengan UN. Banyak keinginan mereka ingin liburan ke
tempat-tempat yang menyenangkan mulai dari
tempat rekreasi keluarga hingga
ke tempat rekreasi alam. Hingga yang mempunyai kemampuan finansial mereka akan
pergi ke luar negeri. Tapi yang mempunyai pendapatan sedikit maupun yang tidak
mempunyai kesempatan hanya bisa gigit jari dan memikirkan semua itu.
Mereka yang
menginginkan pengalaman baru dan menginginkan sesuatu yang menantang pasti
memikirkan bagaimana cara mencari uang yang halal. Apalagi disaat liburan ini
dan selagi menunggu pengumuman kelulusan. Zaman sekarang di kota jakarta banyak
yang menawarkan pekerjaan walaupun hanya lulusan SMA. Yang menjadi masalah
adalah pekerjaan itu adalah pekerjaan kasar. Tapi gaji yang diterima tidak
seberapa hanya sebatas UMR (upah minimun provinsi). Keputusan yang satu ini
harus harus dipikirkan baik-baik karenamenatal dan skill kita harus siap
menghadapi berbagai resiko yang akan dihadapi.
Itulah hal-hal yang membbuat binngung kurang
lebih 900.000 siswa yang akan lulus SMA di indonesia. Pasti salah satu dari hal
tersebut pernah atau sedang dialami oleh kalian. hal ini akan membuat kalian
lebih dewasa dengan bagimana kalian menghadapi persoalan ini. Jika kalian
barhasil mangatasi masalah ini, pasti pengalaman ini akan berguna untuk
menjalani hari-hari selanjutnya. Soo.. saran saya adalah walaupun kalian berada
di keadaan yang tidak menguntungkan lakukanlah hal-hal positif. And follow your
passion !!!!

0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking