Vrydag 27 Desember 2013





       Warnet atau warung internet adalah suatu usaha kecil dan menengah yang berbasis indrustri rumahan. Usaha warnet sendiri mulai banyak bermunculan sekitar tahun 2004 dimana ketersediaan internet muncul. Fenomena ini juga didasari oleh gaya hidup masyarakat dari yang konvensional seperti mencari referensi di perpustakaan atau  informasi yang dari Koran menjadi modern seperti penyebaran informasi melalui website atau kemunculan media social. Hal ini membuat banyak warnet tumbuh subur di Indonesia.
       2 tahun berselang komputer desktop yang menjadi barang wajib di warnet sudah tersaingi dengan kemunculan komputer jinjing semacam laptop dan notebook. Hotspot wifi gratis juga semakin banyak bermunculan di ranah publik sehingga akses internet semakin mudah dan membuat eksistansi warnet semakin terancam. Invasi kedua terhadap bisnis warnet datang ketika kemunculan smartphone dan usb modem. Kemunculan 2 benda ini sangat berpengaruh besar terhadap bisnis warnet sehingga banyak warnet yang gulung tikar demi menghindari kerugian yang lebih besar.
        Setelah invasi terhadap bisnis warnet banyak pemilik warnet yang mengubah haluan mereka ke bisnis-bisnis lain seperti menjadi tempat print dan fotocopy. Jika ada yang masih bertahan mereka mengubah warnet mereka  menjadi arena game canter atau tempat pengetikan itu pun mereka harus mengakalinya dengan penggunaan software bajakan ataupun pencurian listrik. Dari informasi yang saya dapatkan game center masih memperoleh sedikit keuntungan tapi tidak sebesar dahulu ketika masih menjadi warnet.
          Dari semua fenomena itu saya memprediksi bisnis warnet lambat laun akan mati total. Karena layanan internet saat ini sangat mudah dan murah untuk didapatkan. Dalam 3 tahun kedepan akan ada kemunculan dari IPV6 dimana setiap device pasti sakan terhubung dengan internet. Mungkin saat ini kita masih dapat menemui beberapa warnet yang masih buka. Tapi saya yakin lambat laun bisnis ini akan mati. Jika mereka masih beroperasi saat ini mungkin karena mereka melakukan inovasi terhadap warnet itu sendiri.

            Sekarang para operator warnet mulai berfikir keras agar bisnis mereka tidak gulung tikar. Mereka berlomba-lomba untuk berinovasi dengan cara menambahkan beberapa fungsi terhadap warnet itu sendiri. Keputusan ini juga menghindarkan mereka dari keruguan biaya investasi barang-barang ketika membuka warnet. Sehingga barang-barang seperti komputer desktop, kursi dll masih bisa digunakan lagi. Mungkin fenomena yang aka kita temui setahun kedepan pada warnet itu sendiri adalah ditambahkannya beberapa fungsi dari warnet. Jadi mereka tidak hanya untuk tempat malakukan akses internet. Warnet akan ditambahkan fungsinya seperti menjadi arena game center, fotocopy atupun jual beli aksesoris komputer.

0 opmerkings:

Plaas 'n opmerking