Warnet atau warung internet adalah
suatu usaha kecil dan menengah yang berbasis indrustri rumahan. Usaha warnet
sendiri mulai banyak bermunculan sekitar tahun 2004 dimana ketersediaan
internet muncul. Fenomena ini juga didasari oleh gaya hidup masyarakat dari
yang konvensional seperti mencari referensi di perpustakaan atau informasi yang dari Koran menjadi modern
seperti penyebaran informasi melalui website atau kemunculan media social. Hal
ini membuat banyak warnet tumbuh subur di Indonesia.
2 tahun berselang komputer desktop yang
menjadi barang wajib di warnet sudah tersaingi dengan kemunculan komputer
jinjing semacam laptop dan notebook. Hotspot wifi gratis juga semakin banyak
bermunculan di ranah publik sehingga akses internet semakin mudah dan membuat
eksistansi warnet semakin terancam. Invasi kedua terhadap bisnis warnet datang
ketika kemunculan smartphone dan usb modem. Kemunculan 2 benda ini sangat
berpengaruh besar terhadap bisnis warnet sehingga banyak warnet yang gulung
tikar demi menghindari kerugian yang lebih besar.
Setelah invasi terhadap bisnis warnet
banyak pemilik warnet yang mengubah haluan mereka ke bisnis-bisnis lain seperti
menjadi tempat print dan fotocopy. Jika ada yang masih bertahan mereka mengubah
warnet mereka menjadi arena game canter
atau tempat pengetikan itu pun mereka harus mengakalinya dengan penggunaan
software bajakan ataupun pencurian listrik. Dari informasi yang saya dapatkan
game center masih memperoleh sedikit keuntungan tapi tidak sebesar dahulu
ketika masih menjadi warnet.
Dari semua fenomena itu saya
memprediksi bisnis warnet lambat laun akan mati total. Karena layanan internet
saat ini sangat mudah dan murah untuk didapatkan. Dalam 3 tahun kedepan akan
ada kemunculan dari IPV6 dimana setiap device pasti sakan terhubung dengan
internet. Mungkin saat ini kita masih dapat menemui beberapa warnet yang masih
buka. Tapi saya yakin lambat laun bisnis ini akan mati. Jika mereka masih
beroperasi saat ini mungkin karena mereka melakukan inovasi terhadap warnet itu
sendiri.
Sekarang para operator warnet mulai
berfikir keras agar bisnis mereka tidak gulung tikar. Mereka berlomba-lomba
untuk berinovasi dengan cara menambahkan beberapa fungsi terhadap warnet itu
sendiri. Keputusan ini juga menghindarkan mereka dari keruguan biaya investasi
barang-barang ketika membuka warnet. Sehingga barang-barang seperti komputer
desktop, kursi dll masih bisa digunakan lagi. Mungkin fenomena yang aka kita
temui setahun kedepan pada warnet itu sendiri adalah ditambahkannya beberapa
fungsi dari warnet. Jadi mereka tidak hanya untuk tempat malakukan akses
internet. Warnet akan ditambahkan fungsinya seperti menjadi arena game center,
fotocopy atupun jual beli aksesoris komputer.

0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking